Satreskrim Polres Langsa Berhasil Meringkus Tiga Predator Anak di Bawah Umur

oleh -101.553 views

Langsa,  nasionalnews.co | Satreskrim Polres Langsa berhasil meringkus tiga orang tersangka pelaku rudapaksa (predator) anak di bawah umur.

Ketiga tersangka yakni SS (20) warga Desa Paya Bujok Blang Pase, Kecamatan Langsa Kota, RA (41) warga Desa Paya Bujok Seulemak Kecamatan Langsa Baro dan MN (44) warga Gampong Teungoh Kecamatan Langsa Kota.

Masing-masing tersangka melakukan tindakan bejatnya pada waktu, tempat kejadian perkara (TKP) dan ditangkap di tempat yang berbeda.

Kapolres Langsa, AKBP Agung Kanigoro Nusantoro SH, SIK, MH melalui Kasatreskrim, IPTU Krisna Nanda Aufa, SIK, Kamis (14/10/2021) mengatakan penangkapan itu berdasarkan laporan kepolisian.

Dijelaskan Kasat, kronologis perbuatan SS, dilakukan pada Sabtu (02/10/2021), korban diajak oleh SS berjalan-jalan di Kota Langsa hingga sekira pukul 23.00 wib korban dibawa ke pondok/gubuk di areal perkebunan kelapa sawit di Desa Pondok Kemuning Kecamatan Langsa Lama.

Sesampainya di tempat tersebut SS pun menyuruh korban untuk tidur di lantai pondok, lalu SS pun membuka celana yang digunakan oleh korban dan menyetubuhi korban.

Setelah SS puas, korban meminta pulang ke rumah, namun SS tidak berani mengantarkan korban pulang dan kembali mengajak korban berkeliling Kota Langsa hingga membawanya ke Gampong Alue Nireh Kec Peurelak, Aceh Timur.

Kemudian, Senin (04/10/2021) SS pun memberi uang sebesar Rp 50.000 dan menyuruh korban pulang sendiri ke kota Langsa dengan menggunakan kendaraan umum (jumbo).

Sementara SS ditangkap setelah polisi mengumpulkan keterangan dan  menemukan dua alat bukti yang cukup selanjutnya Sat Reskrim Polres Langsa melakukan penangkapan terhadap SS yang sedang berada di Gampong Jawa Kecamatan Langsa Kota.

Untuk tersangka RA, pelaku melakukan aksi bejatnya di rumah korban pada Minggu malam (22/08/2021). Sekira dini hari Senin (23/08/2021) korban dirudapaksa dan paginya korban melapor ke bibi korban setelah merasakan sakit dan keluar cairan dari dubur dan bagian sensitifnya.

Penangkapan dilakukan Sat Reskrim Polres Langsa bekerjasama dengan Polsek Pangkalan Kerinci Polres Pelalawan Polda Riau untuk dilakukan upaya penangkapan terhadap tersangka RA.

Pada Kamis (29/09/2021) sekira pukul 21.00 Wib tersangka RA berhasil diamankan di dalam rumah sewa yang berada di Kecamatan Pangkalan Kerinci Kab. Pelalawan Provinsi Riau, lalu tersangka RA dibawa oleh anggota Sat Reskrim Polres Langsa ke Polres Langsa guna penyidikan lebih lanjut.

Terakhir, tersangka MN, Sat Reskrim Polres Langsa melakukan penyelidikan dengan mengumpulkan keterangan dan  menemukan dua alat bukti hasil visum et repertum.

Saat MN sedang berada di Gampong Peukan Kecamatan Langsa Kota lalu MN berhasil diringkus dan dibawa oleh anggota Sat Reskrim Polres Langsa ke Polres Langsa guna penyidikan lebih lanjut.

Sebelumnya, pada Sabtu (08/05/2021) sekira pukul 03.00 wib, korban sedang tidur di ruang tamu di dalam rumah pamannya yang merupakan tersangka MN.

Tiba-tiba, MN keluar dari kamarnya menggunakan handuk dan mematikan lampu ruang tamu, lalu MN membangunkan korban yang sedang tidur dan mengancam korban bila tidak menuruti nafsunya.

Sehingga korban ketakutan dan MN langsung melakukan aksi bejatnya, tak berapa lama, bibi korban membuka pintu kamar dan melihat perbuatan MN menyetubuhi korban dan MN berlari menuju ke toilet.

Sementara saksi W melakukan interogasi kepada korban dan berdasarkan keterangan korban, bahwa MN sudah empat kali melakukan pemerkosaan kepada ianya dan korban takut bercerita dikarenakan mendapat ancaman dari MN.

Dari perbuatannya, ketiga tersangka dijerat dengan Pemerkosaan dan atau Pelecehan Seksual terhadap anak di bawah umur sebagaimana dimaksud dalam Pasal 50 dan atau Pasal 47 Qanun Aceh Nomor 6 Tahun 2014 tentang Hukum Jinayat.

Pasal 50 Qanun Aceh Nomor 6 Tahun 2014 tentang Hukum Jinayat berbunyi:

Setiap Orang yang dengan sengaja    melakukan Jarimah Pemerkosaan sebagaimana dimaksud  dalam Pasal  48  terhadap anak-diancam dengan Uqubat Tazir cambuk paling sedikit 150 kali, paling banyak 200 kali atau denda paling sedikit 1.500 gram emas murni, paling  banyak 2.000 gram emas murni  atau  penjara paling singkat 150 bulan,  paling  lama  200 bulan.

Sedangkan, Pasal 47 Qanun Aceh Nomor 6 Tahun 2014 tentang Hukum Jinayat berbunyi:

Setiap Orang yang dengan sengaja melakukan Jarimah Pelecehan Seksual sebagaimana dimaksud dalam Pasal 46 terhadap anak, diancam dengan Uqubat  Tazir cambuk  paling banyak 90 kali  atau  denda  paling banyak 900 gram emas murni atau penjara paling lama 90 bulan. (Wiwin Hendra)